MAHASISWA KKN MENTRANSFORMASIKAN KOTORAN SAPI SEGAR MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR

Pembuatan POC oleh Mahasiswa KKN

Mahasiswa KKN Tematik Kolaborasi UNDIP & IPB berhasil meracik kotoran sapi segar dan hangat dengan bahan tambahan lainnya menjadi sebuah pupuk organik cair yang istimewa untuk merangsang pertumbuhan tanaman yang dilakukan di Dusun Papringan, Desa Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri pada Hari Jum’at (12/07/2019). Kegiatan ini dilakukan berdasarkan permasalahan lingkungan yang ada di Dusun Papringan. Salah satu peternak sapi di dusun tersebut memiliki jumlah kotoran sapi segar yang banyak dan hanya dibuang begitu saja. Inovasi dari Mahasiswa KKN ini pun muncul, yaitu dengan mentransformasikan limbah ternak (kotoran sapi segar) yang menimbulkan bau tak sedap ditransformasikan sesuatu yang bermanfaat dan ramah lingkungan.

Pembuatan pupuk organik cair berlangsung di salah satu halaman rumah warga yang beternak sapi di Dusun Papringan, tidak jauh dari posko Mahasiswa KKN, di Dusun Ngropoh. Banyak warga yang datang untuk menyaksikan demo atau pembuatan pupuk organik cair ini, terutama bapak – bapak yang nantinya akan meneruskan dan menerapkan ilmu ini agar mengurangi limbah ternaknya. Bapak – bapak banyak yang tertarik dan bertanya selama kegiatan berlangsung. Kepala Dusun Papringan sendiri pun tidak kalah dengan warganya, beliau datang menyaksikan pembuatannya dan sangat mendukung program kerja dari Mahasiswa KKN ini.

Pembuatan pupuk organik cair ini sangat bermanfaat untuk tanaman, yaitu pupuk tergolong ramah lingkungan, dapat memperbaiki struktur tanah, hemat biaya, hasil panen semakin berkualitas, dan mudah dalam pengaplikasiaannya/penggunaannya. Bahan – bahan yang diperlukan yaitu kotoran sapi segar, EM4, Molases (tetes tebu), dedak padi, dan air. Sedangkan untuk alat yang digunakan yaitu botol semprotan, ember 20 liter, selang ±90 cm, timbangan, plastisin, bor, dan toples sedang. Lalu, langkah – langkah pembuatannya sebagai berikut:

  1. Tuang 80 ml EM4, molases 320 gram, dan air 13,6 liter ke dalam ember.
  2. Aduk campuran tersebut.
  3. Lalu, masukkan kotoran sapi segar sebanyak 4 kg dan aduk rata.
  4. Tambahkan 800 gram dedak padi, lalu aduk lagi hingga merata.
  5. Tutup rapat campuran yang ada di ember menggunakan tutup ember yang telah dibolongi dan diambungkan dengan selang yang dialirkan ke toples berisi air. Gunanya supaya gas yang keluar tidak meledak.
  6. Selanjutnya, diamkan selama 15 hari.
  7. Terakhir, saring cairan tersebut dan tuang ke dalam botol semprotan, maka pupuk organik cair siap digunakan.

Pupuk organik cair ini bisa digunakan oleh petani/Ibu – Ibu yang suka berkebun, karena bermanfaat untuk merangsang agar tanamannya dapat tumbuh dengan baik. Untuk cara pengaplikasiannya dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan ke bagian tunas, daun muda, atau pucuk dari tanaman muda. Selain itu, juga dapat disemprotkan ke bagian bawah daun, agar unsur hara yang dikandung oleh pupuk dapat terserap maksimal oleh tanaman melalui stomata – stomata. Setelah kegiatan program kerja ini selesai, warga pun pulang dengan berbekal ilmu yang bermanfaat, yang telah diberikan oleh Mahasiswa KKN.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan